Pages

Senin, 04 Maret 2013

Kemenangan Dramatis Sepanjang Sejarah Barclays Premier League


Musim 2011-2012 adalah musim kompetisi yang paling seru di Barclays Premier League (Liga Primer Inggris)  jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya, karena penentuan gelar juara ditentukan sampai akhir laga dari musim 2011-2012. Itu kata para komentator yang kemarin saat pertandingan paling seru antara Manchester City dengan Queens Park Rangers di Etihad Stadium pada 13 Mei 2012 pukul 21.00 wib. Di pertandingan lain juga ada Sunderland vs Manchester United yang juga ikut dalam perebutan gelar juara, karena Manchester United dan Manchester City memiliki point yang sama.

Dari awal Man City sudah mengambil inisiatif untuk lebih banyak menguasai bola dan menyerang. Beberapa kali percobaan tendangan ke gawang, masih belum menemui sasaran, sedangkan rival sekota mereka sudah memimpin 1-0 di menit 12 berkat goal dari Wayne Rooney. Pada akhirnya sampai pada menit ke 35, Pablo Zabaleta yang terlepas dari pengawalan, memanfaatkan umpan manis dari Toure, Zabaleta  menyontek bola dan mengelabui penjaga gawang Kenny dan skor pun berubah menjadi 1-0 City memimpin dan skor pun bertahan sampai turun minum.

Keunggulan tersebut akhirnya sirna setelah Djibril Cisse mencetak gol balasan pada menit ke-48. Gol tersebut akibat kesalahan fatal yang dilakukan Joleon Lescott saat menyundul bola. Bola malah jatuh ke arah Cisse. Dengan cepat Cisse menggiring bola untuk mendekati gawang, kemudian melepaskan tembakan keras, dan akhirnya menaklukkan Joe Hart. Tapi waktu masih lama dan Pasukan Roberto Mancini tetap melancarkan serangan, sedangkan Manchester United masih tetap memimpin 1-0 atas Sunderland.

City berpeluang besar kembali unggul setelah QPR harus bermain dengan sepuluh pemain. Joey Barton dikenai kartu merah akibat menyikut Tevez pada menit ke-55. Seperti tak terima dengan keputusan wasit, Barton kembali membuat ulah dengan menendang Aguero saat hendak meninggalkan lapangan. Dari kejadian tersebut saya merasa yakin kalau Manchester City akan bisa menambah goal untuk memenangkan pertandingan tersebut dan merebut Gelar juara Liga Inggris musim ini.

Namun, sepuluh pemain QPR malah menjadi petaka bagi City mungkin ini karena Tevez dituduh memprovokasi Barton yang harus keluar karna mendapat kartu merah. Jamie Mackie membawa QPR kembali unggul berkat gol yang diciptakannya pada menit ke-66. Sukses ini berawal dari aksi pemain pengganti Armand Traore yang menggantikan Djibril Cisse yang melakukan serangan balik cepat dari sektor kanan pertahanan City. Dia kemudian melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Mackie yang tidak terkawal dengan mudah menyundul bola masuk ke gawang City dan skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan QPR, sedangkan MU masih tetap memimpin 1-0 atas Sunderland.

Dari Goal tersebut, terlihat kesedihan dari supporter Manchester City yang tidak menyangka akan bisa kebobolan lagi, karena mereka berharap akan bisa menambah goal, tapi malah sebaliknya, dari reaksi supporter, saking kesalnya bahkan ada yang memukul tempat duduk dengan kausnya, ada yang sedih dan  menangis, ada yang memegang kepalanya kaarna merasa tidak bisa terima dengan kejadian ini.

Setelah Unggul 2-1 QPR mengganti lagi penyerangnya Bobby Zamora dengan menempatkan pemain bertahan untuk menjaga keunggulan, sehingga otomatis tidak ada penyerang di kubu QPR karna Cisse sebelumnya juga sudah diganti. Mancini langsung bergerak cepat dengan memasukkan Edin Dzeko dan Balotelli. Dengan 24 menit waktu normal tersisa, City mampu mengurung QPR. Namun, mereka tak jua bisa membuat gol sampai pertandingan memasuki injury time (tambahan waktu 5 menit).

Ketegangan semakin meningkat. Semakin banyak suporter Manchester City mulai menangis, termasuk saya juga tak habis pikir dan ikut menangis seperti bayi karena saya adalah suporter fanatik Manchester City dan tidak menyangka Manchester City akan terjungkal di laga pamungkas dan penentu gelar juara. Beruntung, para pemain City tak putus asa terus menyerang, meski waktu hampir habis. Apalagi, kekalahan atau seri berarti kegagalan juara. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil setelah Dzeko menciptakan gol. Dia dengan baik menanduk sebuah umpan silang. Gol ini semakin membangkitkan semangat City. Sebuah serangan mengubah segala cerita. Balotelli yang mendapat umpan Aguero, mengembalikan bola kepadanya. Aguero pun mencoba mencari ruang. Sempat mengecoh bek lawan, dia kemudian melepaskan tendangan keras dan menghunjamkan bola ke gawang QPR, Kiper QPR yang sebelumnya tampil cemerlang diwaktu normal 90 menit, tiba-tiba tidak berdaya menahan gempuran Pasukan biru di lima menit waktu tambahan.

“AGUEROOOOOO !!!!” teriak komentator yang tidak bisa menutupi rasa ketegangan dan kegembiraannya. Saya pun juga ikut berteriak sambil menangis :’). Wajar saja, bayangkan dalam waktu 5 menit terakhir Manchester City bisa mencetak dua gol dan membalikkan keadaan dari 2-1 menjadi 3-2 untuk Manchester City.

Suasana pun kembali berubah, banyak supporter Man City kembali bisa tertawa dan melampiaskan kegembiraannya dengan saling berpelukan dengan temannya dan ada juga beberapa pria yang membuka bajunya, Gol yang meledakkan teriakan kegembiraan publik Etihad. Sebab, gol inilah yang memastikan City meraih kemenangan 3-2, sekaligus gelar juara Premier League untuk pertama kalinya sejak 1968. Menurut Premier League, sepanjang laga, City menciptakan sepuluh peluang emas dari 16 usaha. Adapun QPR melepaskan dua tembakan akurat dari dua percobaan.

Setelah pertandingan usai dan memastikan diri sebagi juara di musim 2011-2012, pemain dan penonton tumpah ruah ke tengah lapangan, banyak ekspresi kegembiraan yang diperlihatkan oleh pemain dan supporter, bahkan ada seorang pria yang sudah berumur, dengan membawa bendera Man City, sambil menangis dan bersimpuh ditengah lapangan karna kegembiraanya atas kemenangan Man City dan menjadi juara liga inggris setelah 44 tahun menunggu. Saya pun ikut bergembira karena doa saya dan semua suporter Man City menjadi kenyataan, karena saya yakin kemarin malam setiap suporter berdoa supaya Man City bisa memenangkan laga pamungkas tersebut. Dan akhirnya semua doa itu terkabulkan dan Man City menjadi Juara.




Mungkin hanya itu ungkapan keceriaan supporter dan termasuk saya juga, terimakasih telah membaca J

0 komentar:

Poskan Komentar